Thursday, April 11, 2019

ANALISIS MATEMATIK

0 Comments

ANALISIS MATEMATIS

TERHADAP MANIFESTASI TUHAN PADA ALAM SEMESTA

  

Manifestasi Tuhan Sebagai Deret Bilangan

 
Setiap individu mempunyai bayangan mengenai Tuhan, Allah Swt. Ia dapat bersifat sementara, lama, kabur, jelas, berulang, atau bahkan bayangan yang langsung gaib ketika dilihat.

Adanya alam semesta beserta seluruh isinya merupakan bukti adanya Tuhan yang menciptakannya. Keajaiban alam semesta menunjukkan kebesaran Allah. Tiada satupun yang ada di alam ini dapat hadir tanpa adanya Allah. Segala sesuatu di alam ini, yang merupakan perkembangan kehidupan alam semesta sejak pertama kali diciptakan hingga hari akhirnya merupakan manifestasi adanya Allah.
 
Marilah kita menggambarkan hal di atas dengan bahasa matematika, dengan konsep barisan dan deret. Lihatlah persamaan-persamaan berikut:

 
 

     
Jika kedua kolom pada sisi kiri kita tambahkan tentunya kan sama dengan penjumlahan kolom pada sisi kanan, sehingga diperoleh
 
Andaikata kita membuat n menjadi sedemikian besar hingga kita pun tidak  dapat  menghitungnya  maka  

akan  menjadi  sangatlah  kecil  atau mendekati nol dibandingkan dengan kesatuan. Bahkan sebenarnya, setelah proses pembesaran nilai n berjalan cukup lama namun jumlah akhir seluruhnya dari deret bilangan itu akan hanya sedikit lebih besar dari nol dibandingkan dengan kesatuan. Hal ini telah dibuktikan pada kalkulus matematika dengan konsep limit tak terhingga yaitu:
  
Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa jika nilai n sebesar tak terhingga, maka deret bilangannya menjadi

 
 
Dengan penalaran serupa dapat pula ditunjukkan bahwa:

  
atau

 
Hasil dari penjumlahan di atas membuktikan bahwa kesatuan itu sama dengan jumlah bagian-bagian dari barisan bilangan ini:
 
 
Jika n semakin besar tak terhingga maka setiap bagian dalam barisan bilangan ini akan sama dengan penjumlahan semua bagian yang mengikutinya dalam barisan bilangan tersebut.
Pemikiran demikian membuktikan secara matematis bahwa suatu keseluruhan (Kesatuan) dapat dikembangkan menjadi sederet bilangan bagian dan deret bilangan itu dapat dijadikan deret bilangan yang tak terhinga ataupun terbatas menurut kehendak kita, karena persamaan


 n
akan berlaku untuk semua n bilangan natural (asli). Tetapi jika n dibuat menjadi tak terhingga, maka jumlah dari bagian yang terbatas dari akhir deret bilangan, yaitu
 

tidak akan mempengaruhi nilai akhir secara keseluruhannya. Dengan kata lain, sebuah deret bilangan akhir itu tidak akan mengubah nilai keseluruhannya, karena nilainya mendekati nol dibandingkan dengan kesatuan.
Dengan teorema kalkulus limit dibuktikan bahwa
 


 


2                    4

 



Artinya, masing-masing nol itu adalah nol hanya jika dibandingkan dengan kesatuan. Jika nilai itu berdiri sendiri maka ia adalah nilai ganda dari nol.
 


 
sangatlah sederhana tetapi sangat berguna. Ia menunjukkan bahwa suatu keseluruhan dapat dikembangkan menjadi sejumlah bagian dan masing- masing bagian itu merupakan bagian dari kesatuan, tetapi kesatuan itu berada di luar semua bagian-Nya namun mencakup semua bagian-Nya. Kita tidak menyatakan bahwa Allah atau Kenyataan itu serupa dengan deret bilangan itu. Dia sudah jelas diperluas menjadi banyak deret bilangan. Cukuplah dikatakan bahwa Dia mampu, jika ingin, untuk memberikan keinginan-Nya yang tak terhingga kepada semua makhluk-Nya dan tetap merupakan suatu keutuhan yang tak akan pudar sebanyak apapun Allah menciptakan makhluk-Nya dan sampai kapanpun. Dengan deret bilangan di atas dapatlah ditafsirkan bahwa Allah hanya memerlukan untuk mengatakan 2n  dari makhluk-Nya untuk menyatakan jadilah” dan sesuatu itupun terjadi,
1
 
sebagaimana dalam ayat-ayat al Qur’an, diantaranya adalah: 
 
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.” (QS:36:82)

Surah Yaa Siin - سورة يس

[36:82] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


36:82
36_82 Sesungguhnya keadaan kekuasaanNya apabila Ia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Ia berfirman kepada (hakikat) benda itu: " Jadilah engkau! ". Maka ia terus menjadi.
(Yaa Siin 36:82) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 445 - ٤٤٥
 
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia.” (QS:16:40)

Surah Al-Nahl - سورة النحل

[16:40] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


16:40
16_40 Sesungguhnya perkataan Kami kepada sesuatu apabila Kami kehendaki, hanyalah Kami berkata kepadanya: "Jadilah engkau! ", maka menjadilah ia.
(Al-Nahl 16:40) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 271 - ٢٧١  
 Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.” (QS:3:47)



Surah A-li'Imraan - سورة آل عمران

[3:47] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


3:47
3_47 Maryam berkata:" Wahai Tuhanku! Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun?" Allah berfirman; "Demikianlah keadaannya, Allah menjadikan apa yang dikehendakiNya; apabila Ia berkehendak melaksanakan sesuatu perkara, maka Ia hanyalah berfirman kepadanya: ` Jadilah engkau ', lalu menjadilah ia."
(A-li'Imraan 3:47) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 56 - ٥٦


 
“Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.” (QS:40:68)



Surah Ghaafir - سورة غافر

[40:68] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


40:68
40_68 Dia lah yang menghidupkan dan mematikan; oleh itu apabila Ia menetapkan jadinya sesuatu perkara maka Ia hanya berfirman kepadanya: "Jadilah engkau!" Lalu menjadilah ia.
(Ghaafir 40:68) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 475 - ٤٧٥


 

Penciptaan Alam Semseta adalah Kehendak Allah

 
Penciptaan oleh Allah semata-mata adalah kehendak-Nya. Ini merupakan jawaban terhadap salah satu teka-teki dalam filsafat yaitu kehendak kenyataan. Dengan jelas dapat dilihat bahwa kehendak, kalau bukan keseluruhan dari hakekat kenyataan, adalah bagian yang sangat penting, karena dengan Kehendak Kenyataan itulah maka terjadilah keberadaan dan alam semesta ini. Al Qur’an telah tegas menyatakanbahwa segala sesuatu apakah itu gagasan atau materi adalah merupakan bagian dari Allah atau berasal dari Allah”. Allah itu tak terhingga, dan segala ciptaan-Nya adalah seperti bagian pada deret bilangan di atas, yaitu merupakan bagian dari Keseluruhan atau Kesatuan dan bilamana Allah menciptakan segala yang terbatas, maka Dia tidaklah kehilangan apapun, karena semua ciptaan, apakah itu sangat kecil atau apa saja, adalah tetap merupakan bagian dari keseluruhan. Maka, alam semesta ini merupakan bagaian dari Kehendak Allah.



2n

 



Setiap    bagian    dari     1


dari    deret   bilangan    itu    masih    dapat


dikembangkan lagi tanpa kehilangan nilai asalnya atau Keseluruhan. Evolusi penciptaan  Allah  sudah  barang  tentu  tidak  sesederhana  perluasan  deret


bilangan itu. Penciptaan Allah tidak dapat dibayangkan karena demikian rumitnya sehingga tak terjangkau nalar kita, tetapi gambaran di atas, melalui deret bilangan itu, setidaknya memberikan bayangan matematis mengenai bagaimana penciptaan itu mungkin terjadi. Sehingga dapat disampaikan bahwa menurut al Qur’an semua penciptaan adalah bagian dari Allah dan bukan merupakan hal yang terpisah sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat al Qur’an, diantaranya adalah:
  
Allah menciptakan segala sesuatu dan dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka Itulah orang-orang yang merugi.”
 
\Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki- Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
 
Kepunyaan-Nyalah  kerajaan  langit  dan  bumi,  Dia  menghidupkan  dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS:57:2)

Surah Al-Hadiid - سورة الحديد

[57:25] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


57:25
57_25 Demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti dan mukjizat yang jelas nyata, dan Kami telah menurunkan bersama-sama mereka Kitab Suci dan keterangan yang menjadi neraca keadilan, supaya manusia dapat menjalankan keadilan dan kami telah menciptakan besi dengan keadaannya mengandungi kekuatan yang handal serta berbagai faedah lagi bagi manusia. (Dijadikan besi dengan keadaan yang demikian, supaya manusia menggunakan faedah-faedah itu dalam kehidupan mereka sehari-hari) dan supaya ternyata pengetahuan Allah tentang orang yang (menggunakan kekuatan handalnya itu untuk) menegak dan mempertahankan agama Allah serta menolong Rasul-rasulNya, padahal balasan baiknya tidak kelihatan (kepadanya); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.
(Al-Hadiid 57:25) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 541 - ٥٤١    


 

Allah Membagikan Kebaikan Pada Setiap Makhuk-Nya

 



2n

 



Perhatikan deret bilangan berikut sebagai perluasan  
dimana deret bilaangan ini akan tetap berlaku untuk setiap n bilangan cacah, yaitu 0,1,2,3, dan seterusnya. Dengan cara ini setiap pecahan yang lebih tinggi memiliki kualitas dari setiap pecahan yang lebih kecil, yaitu pecahan yang mengikutinya. Maka kita melihat adanya evoluisi ganda (berpasang- pasangan) dalam deret bilangan itu dari yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, atau jika kita membalikkan deret bilangan itu dari kiri ke kanan, dan dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi. Hal seperti inilah yang kita temukan dalam alam semesta, apakah kita menganggapnya sebagai alam duniawi ataupun pikiran atau keduanya yang bersatu dalam keberadaan jiwa dan raga.
 
Proses perluasan dalam deret bilangan tersebut berlangsung terus menerus. Deret bilangan yang telah dijumlahkan tidaklah sia-sia. Dalam semua contoh matematika kita tidak boleh beranggapan bahwa kenyataan semata-mata bertindak sebagai suatu penambahan (penjumlahan) matematis. Manusia itu terdiri dari tulang-tulang, otot-otot, darah, dan lain-lain tetapi penjumahan semu (gabungan) dari semua unsur tersebut belum tentu bisa menjadi manusia.
Dua atom hidrogen (2H2) dan satu atom oksigen (O2) dapat hadir berdampingan dalam jumlah, betapapun banyaknya, tetapi keduanya  tidak bisa menjadi air (2H2O) begitu saja tanpa adanya ikatan kimiawi. Komposisi makhluk hidup sebenarnya lebih mengagumkan dari pada suatu ikatan kimiawi unsur-unsur. Dengan demikian, penjumlahan dari  suatu  deret bilangan yang telah kita dilambangkan sebagai simbol penciptaan evolusi adalah sebuah proses yang memiliki kualitasnya sendiri sesuai kasusnya masing-masing, dan tidak bisa dibayangkan dengan contoh mengumpulkan sesuatu dalam satu tempat khusus saja.


Mengapa Allah menyebarkan Dirinya sampai tak terhingga? Mengapa Dia tidak saja memikirkan keberadaan-Nya tanpa harus mengurusi makhluk- mkhluk lainnya yang demikian terbatas? Dia dapat saja melakukan hal-hal tersebut. Plato, dengan gagasan jeniusnya, dahulu pernah mengatakan bahwa Tuhan melakukan itu karena Baik. Jika kita berbicara mengenai Kebaikan Allah jangan mengacaukannya dengan perilaku moral manusia. Kebaikan pada-Nya berasal dari kasih, berkat, dan rahmat. Kehendak berasal dari-Nya dan oleh-Nya. Dia menyebarkannya dan menciptakan makhluk lain yang telah diberkati, dalam jumlah tak terbatas, Kehendak-Nya yang tak terhingga.
 


Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS:42:12)




Surah Asy-Syuura - سورة الشورى

[42:12] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]


42:12
42_12 Dia lah jua yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; Ia memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dia juga yang menyempitkannya (menurut peraturan itu); sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
(Asy-Syuura 42:12) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 484 - ٤٨٤


Dialah yang memberikan nilai-nilai Kebaikan kepada mereka yang mampu  memanfaatkannya  dan  Dia  mengetahui  berapa  jumlah  yang  harus diberikannya. Kepada yang satu Dia akan memberikan dari Kebaikan atau Kasih-Nya,  dan  kepada  yang  lainnya  Dia  memberikan dan  begitu seterusnya. Kepada masing-masing makhluk hidup Dia memberikan apa yang baik bagi mereka. Memberi kepada satu makhluk lebih banyak dari yang mampu diterimanya akan sama dengan menghancurkannya, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu Dia menggabungkan Kasih-Nya dengan Keadilan dalam jumlah yang benar.

 

No comments:

Post a Comment

 
back to top