ANALISIS MATEMATIS
TERHADAP MANIFESTASI TUHAN PADA ALAM SEMESTA
Manifestasi Tuhan Sebagai Deret Bilangan
Setiap individu mempunyai bayangan mengenai Tuhan, Allah Swt. Ia dapat bersifat sementara, lama, kabur, jelas, berulang, atau bahkan bayangan yang langsung gaib ketika dilihat.
Adanya alam semesta beserta seluruh isinya merupakan bukti adanya Tuhan yang menciptakannya. Keajaiban alam semesta menunjukkan kebesaran Allah. Tiada satupun yang ada di alam ini dapat hadir tanpa adanya Allah. Segala sesuatu di alam ini, yang merupakan perkembangan kehidupan alam semesta sejak pertama kali diciptakan hingga hari akhirnya merupakan manifestasi adanya Allah.
Adanya alam semesta beserta seluruh isinya merupakan bukti adanya Tuhan yang menciptakannya. Keajaiban alam semesta menunjukkan kebesaran Allah. Tiada satupun yang ada di alam ini dapat hadir tanpa adanya Allah. Segala sesuatu di alam ini, yang merupakan perkembangan kehidupan alam semesta sejak pertama kali diciptakan hingga hari akhirnya merupakan manifestasi adanya Allah.
Andaikata kita membuat n menjadi sedemikian besar hingga kita pun tidak dapat menghitungnya maka
akan menjadi sangatlah kecil atau mendekati nol dibandingkan dengan kesatuan. Bahkan sebenarnya, setelah proses pembesaran nilai n berjalan cukup lama namun jumlah akhir seluruhnya dari deret bilangan itu akan hanya sedikit lebih besar dari nol dibandingkan dengan kesatuan. Hal ini telah dibuktikan pada kalkulus matematika dengan konsep limit tak terhingga yaitu:
akan menjadi sangatlah kecil atau mendekati nol dibandingkan dengan kesatuan. Bahkan sebenarnya, setelah proses pembesaran nilai n berjalan cukup lama namun jumlah akhir seluruhnya dari deret bilangan itu akan hanya sedikit lebih besar dari nol dibandingkan dengan kesatuan. Hal ini telah dibuktikan pada kalkulus matematika dengan konsep limit tak terhingga yaitu:
Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa jika nilai n sebesar tak terhingga, maka deret bilangannya menjadi
Jika n semakin besar tak terhingga maka setiap bagian dalam barisan bilangan ini akan sama dengan penjumlahan semua bagian yang mengikutinya dalam barisan bilangan tersebut.
Pemikiran demikian membuktikan secara matematis bahwa suatu keseluruhan (Kesatuan) dapat dikembangkan menjadi sederet bilangan bagian dan deret bilangan itu dapat dijadikan deret bilangan yang tak terhinga ataupun terbatas menurut kehendak kita, karena persamaan
akan berlaku untuk semua n bilangan natural (asli). Tetapi jika n dibuat menjadi tak terhingga, maka jumlah dari bagian yang terbatas dari akhir deret bilangan, yaitu
Dengan teorema kalkulus limit dibuktikan bahwa
|
1
sebagaimana dalam ayat-ayat al Qur’an, diantaranya adalah:
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.” (QS:36:82)
36:82
Sesungguhnya keadaan kekuasaanNya apabila Ia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Ia berfirman kepada (hakikat) benda itu: " Jadilah engkau! ". Maka ia terus menjadi.
(Yaa Siin 36:82) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 445 - ٤٤٥
Surah Yaa Siin - سورة يس
[36:82] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]36:82
(Yaa Siin 36:82) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 445 - ٤٤٥
“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia.” (QS:16:40)
Surah Al-Nahl - سورة النحل
[16:40] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]16:40
(Al-Nahl 16:40) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 271 - ٢٧١
Surah A-li'Imraan - سورة آل عمران
[3:47] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]3:47
(A-li'Imraan 3:47) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 56 - ٥٦
“Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.” (QS:40:68)
Surah Ghaafir - سورة غافر
[40:68] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]40:68
(Ghaafir 40:68) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 475 - ٤٧٥
Penciptaan Alam Semseta adalah Kehendak Allah
Penciptaan oleh Allah semata-mata adalah kehendak-Nya. Ini merupakan jawaban terhadap salah satu teka-teki dalam filsafat yaitu kehendak kenyataan. Dengan jelas dapat dilihat bahwa kehendak, kalau bukan keseluruhan dari hakekat kenyataan, adalah bagian yang sangat penting, karena dengan Kehendak Kenyataan itulah maka terjadilah keberadaan dan alam semesta ini. Al Qur’an telah tegas menyatakanbahwa segala sesuatu apakah itu gagasan atau materi adalah merupakan bagian dari Allah atau “berasal dari Allah”. Allah itu tak terhingga, dan segala ciptaan-Nya adalah seperti bagian pada deret bilangan di atas, yaitu merupakan bagian dari Keseluruhan atau Kesatuan dan bilamana Allah menciptakan segala yang terbatas, maka Dia tidaklah kehilangan apapun, karena semua ciptaan, apakah itu sangat kecil atau apa saja, adalah tetap merupakan bagian dari keseluruhan. Maka, alam semesta ini merupakan bagaian dari Kehendak Allah.![]()
|
Setiap bagian dari 1
dari deret bilangan itu masih dapat
dikembangkan lagi tanpa kehilangan nilai asalnya atau Keseluruhan. Evolusi penciptaan Allah sudah barang tentu tidak sesederhana perluasan deret
bilangan itu. Penciptaan Allah tidak dapat dibayangkan karena demikian rumitnya sehingga tak terjangkau nalar kita, tetapi gambaran di atas, melalui deret bilangan itu, setidaknya memberikan bayangan matematis mengenai bagaimana penciptaan itu mungkin terjadi. Sehingga dapat disampaikan bahwa menurut al Qur’an semua penciptaan adalah bagian dari Allah dan bukan merupakan hal yang terpisah sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat al Qur’an, diantaranya adalah:
“ Allah menciptakan segala sesuatu dan dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka Itulah orang-orang yang merugi.”
Surah Al-Hadiid - سورة الحديد
[57:25] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]57:25
(Al-Hadiid 57:25) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 541 - ٥٤١
Allah Membagikan Kebaikan Pada Setiap Makhuk-Nya
|
Perhatikan deret bilangan berikut sebagai perluasan
dimana deret bilaangan ini akan tetap berlaku untuk setiap n bilangan cacah, yaitu 0,1,2,3, dan seterusnya. Dengan cara ini setiap pecahan yang lebih tinggi memiliki kualitas dari setiap pecahan yang lebih kecil, yaitu pecahan yang mengikutinya. Maka kita melihat adanya evoluisi ganda (berpasang- pasangan) dalam deret bilangan itu dari yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, atau jika kita membalikkan deret bilangan itu dari kiri ke kanan, dan dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi. Hal seperti inilah yang kita temukan dalam alam semesta, apakah kita menganggapnya sebagai alam duniawi ataupun pikiran atau keduanya yang bersatu dalam keberadaan jiwa dan raga.
Proses perluasan dalam deret bilangan tersebut berlangsung terus menerus. Deret bilangan yang telah dijumlahkan tidaklah sia-sia. Dalam semua contoh matematika kita tidak boleh beranggapan bahwa kenyataan semata-mata bertindak sebagai suatu penambahan (penjumlahan) matematis. Manusia itu terdiri dari tulang-tulang, otot-otot, darah, dan lain-lain tetapi penjumahan semu (gabungan) dari semua unsur tersebut belum tentu bisa menjadi manusia.
Dua atom hidrogen (2H2) dan satu atom oksigen (O2) dapat hadir berdampingan dalam jumlah, betapapun banyaknya, tetapi keduanya tidak bisa menjadi air (2H2O) begitu saja tanpa adanya ikatan kimiawi. Komposisi makhluk hidup sebenarnya lebih mengagumkan dari pada suatu ikatan kimiawi unsur-unsur. Dengan demikian, penjumlahan dari suatu deret bilangan yang telah kita dilambangkan sebagai simbol penciptaan evolusi adalah sebuah proses yang memiliki kualitasnya sendiri sesuai kasusnya masing-masing, dan tidak bisa dibayangkan dengan contoh mengumpulkan sesuatu dalam satu tempat khusus saja.
Mengapa Allah menyebarkan Dirinya sampai tak terhingga? Mengapa Dia tidak saja memikirkan keberadaan-Nya tanpa harus mengurusi makhluk- mkhluk lainnya yang demikian terbatas? Dia dapat saja melakukan hal-hal tersebut. Plato, dengan gagasan jeniusnya, dahulu pernah mengatakan bahwa Tuhan melakukan itu karena Baik. Jika kita berbicara mengenai Kebaikan Allah jangan mengacaukannya dengan perilaku moral manusia. Kebaikan pada-Nya berasal dari kasih, berkat, dan rahmat. Kehendak berasal dari-Nya dan oleh-Nya. Dia menyebarkannya dan menciptakan makhluk lain yang telah diberkati, dalam jumlah tak terbatas, Kehendak-Nya yang tak terhingga.
“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS:42:12)
Surah Asy-Syuura - سورة الشورى
[42:12] - Ini adalah sebahagian dari keseluruhan surah. [Papar keseluruhan surah]42:12
(Asy-Syuura 42:12) | <Embed> | English Translation | Tambah Nota | Bookmark | Muka Surat 484 - ٤٨٤
Dialah yang memberikan nilai-nilai Kebaikan kepada mereka yang mampu memanfaatkannya dan Dia mengetahui berapa jumlah yang harus diberikannya. Kepada yang satu Dia akan memberikan dari Kebaikan atau Kasih-Nya, dan kepada yang lainnya Dia memberikan dan begitu seterusnya. Kepada masing-masing makhluk hidup Dia memberikan apa yang baik bagi mereka. Memberi kepada satu makhluk lebih banyak dari yang mampu diterimanya akan sama dengan menghancurkannya, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu Dia menggabungkan Kasih-Nya dengan Keadilan dalam jumlah yang benar.













No comments:
Post a Comment